Jumat, 13 April 2018

Katanya sih hijrah

Belakangan ini, kegiatan kajian keagamaan semakin banyak dimana-mana. Bahkan tak sedikit orang yang berhijrah. Kutanya Ibuku, zaman dahulu orang tak seambisius ini untuk berubah. Hingga sampai sosial media menjadi tempat curhatannya dia berhijrah. Bukan bermaksud memojokkan atau menyalahkan hal tersebut, apalagi kontra terhadap hijrah itu sendiri. Gue bukan orang yang islam-islam banget meskipun dulu sempat pesantren 3 tahun. Entah mengapa pikiran gue ibadah wajib ya wajib, ibadah sunnah ya gue usahain jadi wajib. Tetapi, antara resah dan rasanya ingin telan ludah saja.
Proses hijrah bagi gue bukan melalui sosial media yang berkoar-koar "gue hijrah nih" dan memfollow semua akun-akun yang basically berbau islam dan dakwah. Kita bercermin pada diri kita sendiri, mana yang kita perlu rubah? Bukan melarang untuk hal demikian, tentunya itu mendukung kita berbuat hal yang lebih baik. Bagi gue cukup dengan berdiam diri dan renungi apa yang kita perlu perbaiki. Percuma jika kita berkoar-koar berhijrah, tapi dalam hati masih ada rasa kita ingin berketus terhadap kehidupan orang, percuma jika kita berteriak diri berhijrah tapi hati tak siap untuk demikian.
Siap tak siap berhijrah ya semestinya siap. Semua orang punya prinsip. Ada yang benar-benar nyata adapun benar-benar mempermainkan. Intinya perlu sadar diri bahwa kita berhijrah. Perlu ada rasa ingin mempelajari proses tersebut.
Sekali lagi, bukan ku ingin menyalahkan atau so menasihati. Tapi ini yang kurasakan. Bukan hanya bermodalkan penampilan yang syar'i saja. Tapi sebaiknya hati pun sudah tertutup dan terkunci untuk mengurangi kemaksiatan. Perlahan pun lu akan merasakan, betapa indahnya ibadah dalam diam.

21:28 WIB, April 2018

Nikah muda? So what?

Sebenernya gue masih ragu ambil pendapat tentang hal ini. Pertama gue memang lemah dalam percintaan wkwkw dan yang kedua gue kurang tertarik dengan tema demikian.
So what? Kenapa sih gue bisa sekejam itu? Dibilang ga tertarik? Wah bisa berabe nih.
Ini pendapat gue, semua orang berhak berpendapat. Mau lu nikah muda atau nikah usia mapan atau ga nikah (ini tidak direkomendasikan guys), ya itu tujuan orang masing-masing.
Tetapi tentang nikah muda, I say NO. Tahun lalu, nikah muda memang jadi happening banget saat itu. Orang-orang mulai memberanikan diri untuk nikah muda untuk menghindari zina. Apalagi ada salah satu anak ustadz kondang yang terliput diseluruh media, karena beralasan bahwa nikah muda ya untuk menghindari zina. But, bagi gue sih NO. Entah karena mungkin gue belum siap merasakan jatuh cinta kepada lawan jenis tetapi gue usahakan nikah muda dalam hidup gue itu bukan.
Pertama, gue ngaca diri. Gue bukan seperti dia orang yang memiliki banyak usaha yang sampe duitnya 7 turunan, 8 belokan, 9 tanjakan dll ga akan abis. Gue orang yang tergolong hidup pas-pasan. Pas untuk berkuliah (duit emak), but tidak pas untuk beli pesawat ye. Ya intinya keluarga gue biasa-biasa aja tapi tergolong alhamdulillah patut disyukuri masih bisa makan setiap hari. Nah inilah yang paling gue takuti. Bukan gue takut Allah subhanahu wataala ga ngasih gue rezeki. Tapi gue takut sama perilaku gue sendiri. Bisa dibilang masih labil, pemalas, ga dewasa (dikit sih), ya cuma gitu. Intinya gue takut finansial gue ga berkecukupan layaknya ibu bapak gue. Gue takut yang awalnya gue nikah berniat jadi mandiri eh malah numpang dirumah orang tua sendiri. Apa lu kate? Lu kira nyaman begitu?
Kedua, gue masih ga siap terima sebagai istri. Why? Jadi istri ga gampang cyin. Bukan gue nakut-nakutin, ya seenggaknya lah ya kita mesti belajar ni apa saja hal yang harus dilakukan seorang istri kepada suami. Ehe. Apa hayo? First sih yang memberatkan. Harus izin kepada suami kemanapun pergi dan selalu taat kepada suami dalam bentuk apapun yang suami inginkan. Nah iniiiii. Izin suamikkk. Gue yang masih suka keluyuran ya mana tahan kali bangggg. Apalagi suami kita posesif, kita kemana dia jemput. Etdah. Kagak bisa aye ni. Nah makanya perlu pertimbangan matang-matang untuk nikah muda bagi gue. Menjalankan pernikahan itu ga sehari-dua hari guys. Sampai maut memisahkan. Gue mah nikmatin aja dulu berbakti ama orang tua ehehe.
Akhirnyaaaa, ya inilah keluh kesah gue. Sebenernya masih banyak poin yang pingin di share disini. Tapi next time aja yak biar isi blognya banyak haha. See you!

Ps: bukan gue memojokkan yang nikah muda, but kita harus siap segala sesuatunya.