Apa Kau tahu
siapa yang ada dihatiku? Itu hanya kamu. Kamulah sang pencerah yang tak
pernah
menyerah. Masa-masa indah dan kenangan bersamamu tak pernah berhenti
menyayat
jantungku hingga tak berdetak. Suara merdumu melukiskan pelangi di hati,
walau
hanya lewat rekaman. Rasa rindu mulai menyerbu, bagaikan peperangan
zaman
dahulu. Dasarku mencintaimu hanya seuntai dalam kalbu. Sayang, dimanakah
kamu? Aku
menunggumu, meski itu tak ada artinya untukku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar