Rabu, 30 Agustus 2017

Ngapain berbagi? Ujung-ujungnya malah rugi.

Mungkin sebagian orang berpikir demikian? Elah, ngapain sih kasih makanan buat temen? Dia aja ga pernah ngasih buat kita. Yailah hari gini masih zaman aja sih bagi-bagi? Tiap orang juga punya duit masing-masing kali.

Itulah yang ku dengar dari beberapa orang yang sebenarnya tak ku kenal.
Heran (iya), miris (tentunya).
Ya sudahlah, mungkin zaman sudah berbeda.
Tapi apa daya, apakah generasi penerus bangsa layak begitu?
Teman-teman, sebetulnya aku hanya berbagi mengenai pengalamanku mengenai hal ini.
Dibilang tidak penting, ah sudahlah. Tapi hanya saja aku memang ingin berbagi ceritaku.

Satu waktu, dan memang selalu ada waktu dimana aku diberi kesempatan untuk memberikan hal atau berupa barang yang kumiliki untuk diberi kepada orang lain.
Salah satunya parfum, saat itu aku memiliki parfum dengan wangi yang berbeda. Satu diantaranya parfum yang sebetulnya tak pernah ku pakai, namun aku beli. Pertama, aku tidak memiliki alasan mengapa aku membelinya. Kedua, saat itu aku kebingungan membeli parfum apa yang sekiranya bisa memberikan kepada penjual dengan uang yang pas dan tak perlu kembalian. Dan ketiga, aku bodoh sendiri mengapa aku harus membeli parfum itu.

Itulah alasan singkat mengenai parfum yang salah ku beli. Ketika itu, temanku sekedar berbincang-bincang di kamarku. Dia menceritakan parfum yang digunakan tetapi tidak tahan lama, dia bilang sangat kecewa terhadap parfum yang dia beli dan memintaku saran parfum apa yang sekiranya cocok untuknya. Aku hanya diam disitu.
Biasanya aku membeli parfum bibit di salah satu brand yang cukup terkenal di Indonesia, dia pun memintaku untuk mencarikan nama parfum yang bagus. Namun, setelah ku melihat diatas lemari aku tertuju pada parfum yang ku beli sejak saat itu. "Mungkin saja dia mau" ujar hatiku.
Akhirnya ku berikan parfum yang tak pernah ku pakai, dia pun sangat menerimanya dan mengucapkan terima kasih.
Katanya dia tidak pernah menerima parfum orang lain selain dari diriku, ya tentunya aku senang mendengarnya. Bisa jadi ini adalah sebuah kenangan dariku nantinya.
Mungkin tak selang lama dari hari itu, aku pulang ke rumah dan ibuku berkata jika parfumnya sudah habis. Ya tentunya aku menawarkan untuk aku yang membelinya.
Tiba-tiba saja ibuku memberikan uang lebih, katanya untuk parfumku yang bisa didapat 50ml. Tentunya aku heran, loh! Sempat tidak terpikirkan sebelumnya, mungkin rezeki orang terus mengalir apalagi ditambah dengan berbagi kepada orang lain. Tidak ku berharap dengan adanya balasan dari setelah ku memberikan parfum itu. Tapi mungkin Tuhan selalu menepati janjinya. Disanalah ku baru sadar, ternyata berbagi itu bisa membawamu lebih bersyukur dan bahagia. Kebahagiaan orang lain dan kebahagiaan dirimu bisa dirasakan.
Aku memberikan parfum hanya 10ml saja dengan botol yang sangat kecil. Sedangkan Aku diganti dengan botol ukuran 50ml. 5x lipat yang tak kuduga. Meskipun dari ibuku sendiri, tapi Aku percaya. Tuhan selalu memberikan perantara yang tepat pada hamba-Nya. Yuk berbagi, kalau bukan sekarang. Ya kapan lagi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar